Film “1 Kakak 7 Ponakan” Sentuh Budaya Keluarga Indonesia, Menbud Fadli Zon Beri Apresiasi

Setelah menyaksikan film “1 Kakak 7 Ponakan” (SaKaTuPu), Menteri Kebudayaan (Menbud) Fadli Zon mengungkapkan apresiasinya terhadap film yang diadaptasi dari sinetron populer era 90-an tersebut. Ia menilai bahwa film ini mencerminkan eratnya budaya kekeluargaan di Indonesia, yang berbeda dengan masyarakat Barat yang lebih individualis. Menurutnya, film ini menggambarkan dengan baik bagaimana keluarga di Indonesia selalu mengutamakan kebersamaan dan gotong royong.

Film berdurasi 131 menit ini menghadirkan banyak pesan moral tentang pentingnya peran keluarga dalam kehidupan. Fadli menyoroti bagaimana anak tertua dalam keluarga sering kali harus mengambil tanggung jawab besar untuk mengurus saudara-saudaranya. Kisah ini diperlihatkan melalui tokoh utama, Hendarmoko, seorang arsitek muda yang tengah mengejar impiannya. Namun, ketika ia mendapatkan peluang besar dalam kariernya, ia harus menghadapi kenyataan pahit setelah kehilangan kakak-kakaknya secara mendadak. Situasi ini memaksanya memilih antara mengejar ambisi atau merawat keponakan-keponakannya yang kini yatim piatu.

Fadli menonton film ini dalam sesi pemutaran privat yang diadakan oleh produser Manoj Samtani di Studio Premiere XXI, Lippo Mall Kemang, Jakarta, pada Jumat (28/3). Film ini sebelumnya juga telah diputar perdana di Jogja-NETPAC Asian Film Festival (JAFF) pada 7 Desember 2024. Ia berharap film ini dapat ditonton oleh lebih banyak masyarakat karena menyajikan kisah yang menyentuh dan relevan dengan kehidupan banyak orang di Indonesia, khususnya mereka yang berada dalam posisi sebagai generasi “sandwich”.

Menjelang perayaan Hari Film Nasional pada 30 Maret, Fadli juga mengajak masyarakat untuk semakin mendukung industri perfilman Indonesia dengan lebih sering menonton film produksi dalam negeri. Ia menegaskan bahwa film adalah salah satu bentuk ekspresi budaya yang sangat kuat karena menggabungkan berbagai elemen seni, mulai dari akting, musik, hingga sejarah. Dengan meningkatnya jumlah penonton film Indonesia yang telah mencapai 72 juta orang hingga akhir November 2024, Fadli berharap industri film Tanah Air semakin berkembang, termasuk dengan lebih banyaknya produksi film biopik yang menyoroti kisah inspiratif tokoh-tokoh besar Indonesia.

Keluarga Besar: Film Komedi Lebaran yang Mengangkat Kehidupan di Rusun

Film komedi aksi Keluarga Besar siap meramaikan layar lebar saat momen Lebaran tiba. Mengusung cerita unik tentang sebuah keluarga dengan anggota berbadan besar yang tinggal di rumah susun, film ini tidak hanya menyajikan humor segar, tetapi juga mengangkat isu komunikasi dalam keluarga. Lokasi syuting dilakukan langsung di salah satu rusun di Cakung, Jakarta Timur, demi memberikan nuansa yang autentik. Sutradara Ario Rubbik mengungkapkan bahwa ide cerita ini muncul dari bayangan tentang bagaimana jika satu keluarga bertubuh besar harus beradaptasi di lingkungan rusun. Tantangan utama dalam produksi film ini adalah kondisi syuting yang dilakukan di rusun dengan empat lantai, di mana para pemain harus naik turun tangga secara intensif. Namun, semangat para aktor tetap tinggi, meski menghadapi kondisi yang cukup melelahkan.

Film ini dibintangi oleh Mo Sidik, yang menegaskan bahwa Keluarga Besar merupakan tontonan ringan namun tetap bermakna. Selain komedi yang menghibur, film ini juga menyajikan realitas kehidupan bertetangga di rusun serta dinamika keluarga dengan berbagai konflik yang sering kali muncul akibat kurangnya komunikasi. Hal menarik lainnya adalah bagaimana film ini menggambarkan kehidupan di rusun secara realistis, termasuk kebiasaan unik penghuni yang menaruh barang di luar unit mereka, sesuatu yang jarang ditemukan di apartemen biasa. Sutradara memastikan bahwa komedi dalam film ini lebih menonjolkan situasi dibandingkan lelucon yang menjurus ke body shaming, sehingga tetap menghibur tanpa merendahkan. Dengan konsep cerita yang segar dan karakter yang beragam, Keluarga Besar diharapkan menjadi film keluarga yang bisa dinikmati semua kalangan saat Lebaran.

“Setetes Embun Cinta Niyala”: Drama Religi Penuh Makna Hadir di Netflix

Netflix akan segera merilis film orisinal terbarunya, Setetes Embun Cinta Niyala, pada 31 Maret 2025. Film ini merupakan adaptasi dari novel populer karya Habiburrahman El Shirazy, seorang penulis yang dikenal dengan kisah-kisah religi penuh makna dan pesan moral yang kuat. Disutradarai oleh Anggy Umbara dan diproduksi oleh MD Entertainment di bawah arahan Manoj Punjabi, film ini akan menjadi suguhan spesial yang bertepatan dengan perayaan Idul Fitri 1446 H.

Kisah ini berfokus pada perjalanan seorang gadis desa bernama Niyala yang berusaha menggapai impiannya menjadi seorang dokter. Namun, di tengah pencapaian itu, ia dihadapkan pada kenyataan pahit ketika harus menerima perjodohan demi melunasi utang keluarganya. Situasi semakin kompleks saat Niyala harus merelakan Faiq, sahabat masa kecil yang ia cintai, menikah dengan wanita lain. Dengan alur cerita yang emosional dan sarat akan dilema, film ini menampilkan perjalanan Niyala dalam menghadapi ujian hidup dengan keteguhan iman, pengorbanan, dan kekuatan cinta.

Film ini dibintangi oleh sejumlah aktor dan aktris ternama seperti Deva Mahenra, Beby Tsabina, Caitlin Halderman, Alya Rohali, Dito Darmawan, Imran Ismail, dan Kiki Narendra. Kolaborasi antara para pemain berbakat ini diharapkan dapat menghidupkan cerita dengan penghayatan yang mendalam, sehingga menjadikan film ini sebagai salah satu drama religi yang berkesan bagi para penonton.

Sebagai kerja sama perdana antara Netflix dan MD Entertainment, Setetes Embun Cinta Niyala tidak hanya akan tayang di Indonesia tetapi juga secara global. Film ini memiliki potensi besar untuk memperkenalkan karya sastra dan sinema religi Indonesia ke panggung internasional. Bagi pencinta film religi dan penggemar novel Habiburrahman El Shirazy, film ini menjadi tontonan yang tidak boleh dilewatkan. Saksikan kisah inspiratif ini secara eksklusif di Netflix mulai 31 Maret 2025.

Mengenang Film Jadul Rhoma Irama, Mana yang Jadi Pilihanmu?

Ketika berbicara tentang perfilman Indonesia di era 70-an hingga 80-an, nama Rhoma Irama tentu tak bisa dilewatkan begitu saja. Selain dikenal sebagai “Raja Dangdut”, Rhoma berhasil menorehkan prestasi besar dalam dunia film Indonesia. Ia bukan hanya bintang yang memikat dengan suaranya yang khas, namun juga sukses menyatukan unsur musik, drama, dan nilai moral yang kaya dalam setiap film yang dibintanginya. Karya-karya filmnya tak hanya menjadi hiburan, tetapi juga menyampaikan pesan-pesan kehidupan yang menyentuh hati. Tak mengherankan jika hingga kini, film-film Rhoma masih sering tayang di televisi dan menjadi nostalgia yang tak terlupakan bagi para penggemarnya.

Keunikan dari film-film Rhoma Irama terletak pada kekuatan cerita dan karakter-karakter yang ia perankan. Dalam setiap film, ia sering tampil sebagai sosok pria sederhana dengan prinsip yang kuat, selalu siap menghadapi berbagai cobaan hidup dengan tekad dan keteguhan hati. Dari kisah cinta yang penuh liku, hingga perjuangan menghadapi ketidakadilan, setiap film Rhoma menyampaikan pesan moral yang relevan dan tetap beresonansi hingga saat ini. Berikut adalah beberapa film legendaris Rhoma Irama yang menjadi favorit sepanjang masa. Adakah yang jadi kenangan manismu?

1. BERKELANA (1978)

Salah satu karya paling ikonik dari Rhoma Irama adalah Berkelana, yang dirilis dalam dua bagian. Film ini menceritakan kisah Rhoma yang memutuskan untuk meninggalkan rumah demi mengejar impian di dunia musik. Perjalanan yang penuh tantangan ini dipenuhi dengan berbagai rintangan, mulai dari penolakan masyarakat hingga ancaman dari pihak-pihak yang tidak suka dengan kehadirannya. Berkelana 2 yang merupakan sekuelnya pun tak kalah memikat, menghadirkan kelanjutan petualangan dan pencarian cinta yang semakin menarik. Alur cerita yang emosional dan lagu-lagu yang menggugah hati membuat film ini masih sering diputar hingga sekarang.

2. BEGADANG (1978)

Tahun 1978 juga menjadi saksi lahirnya Begadang, sebuah film yang mengangkat kehidupan seorang pemuda bernama Rhoma yang berasal dari keluarga sederhana. Dalam film ini, ia digambarkan sebagai pemuda yang sering begadang bersama teman-temannya, meskipun memiliki bakat terpendam dalam menciptakan lagu. Ketika karyanya akhirnya dikenal luas, ia meraih popularitas, namun rintangan besar datang menghadang. Dengan sentuhan drama yang mengharukan dan lagu-lagu yang menjadi hit, Begadang menyampaikan pesan tentang memilih jalan hidup yang benar, menjadikannya salah satu film Rhoma yang tidak pernah terlupakan.

3. GITAR TUA (1976)

Gitar Tua (1976) adalah kisah perjuangan seorang musisi muda yang berusaha menggapai mimpinya, namun harus menghadapi masalah cinta yang tak direstui oleh orang tua. Rhoma berperan sebagai pemuda bernama Rhoma yang jatuh cinta pada Ani (Yati Octavia), namun hubungan mereka terganggu oleh kehadiran Ir. Dana (Kelly Kalyubi). Seiring berjalannya waktu, kesalahpahaman membuat hubungan mereka hancur. Film ini menggambarkan pencarian cinta sejati, dengan lagu-lagu romantis yang mengalun sepanjang kisahnya.

4. DARAH MUDA (1977)

Film Darah Muda (1977) menjadi salah satu yang paling berkesan dalam karier Rhoma Irama. Ia berperan sebagai pemuda yang memiliki impian besar dalam dunia musik, meski mendapat penolakan dari keluarganya, terutama sang ayah yang tidak menganggap dunia hiburan sebagai masa depan yang baik. Ketika Rhoma jatuh cinta pada Ani, seorang gadis kaya, perbedaan status sosial menjadi hambatan besar dalam hubungan mereka. Di tengah perjuangannya, ia juga harus menghadapi persaingan, pengkhianatan, dan kesulitan dalam mencapai impian. Dengan lagu-lagu hits yang menjadi bagian penting dari film ini, Darah Muda menyuguhkan drama yang penuh emosi.

5. PENGABDIAN (1984)

Di tahun 1984, Rhoma Irama kembali menyuguhkan karya besar melalui Pengabdian. Dalam film ini, ia berperan sebagai seorang suami yang sangat mencintai istrinya, Lia. Namun, akibat kesibukannya sebagai musisi, ia tak menyadari bahwa istrinya mulai mengalami tekanan batin yang mendalam, yang akhirnya berujung pada kebutaan. Dengan alur cerita yang penuh liku, film ini menyentuh banyak hati penonton, menggambarkan pengorbanan cinta yang tak terbalas dengan cara yang sangat dramatis.

Nostalgia Film Rhoma Irama di Era Keemasan

Film-film Rhoma Irama tidak hanya menawarkan hiburan, tetapi juga menggugah perasaan dengan lagu-lagu ikonik yang mewarnai setiap cerita. Bagi yang ingin bernostalgia, beberapa film klasik sang “Raja Dangdut” ini masih dapat dinikmati di aplikasi streaming. Jadi, siapkan kuota internetmu, dan nikmati momen menonton yang tak akan terlupakan dengan karya-karya legendaris Rhoma Irama!

“Home Sweet Loan” Hadir di Netflix, Cerita Penuh Emosi yang Wajib Ditonton

Jakarta, Indonesia – Di tahun 2024, Home Sweet Loan berhasil menarik perhatian banyak penonton berkat kisah emosional yang menggambarkan perjuangan anak muda dalam mengimbangi impian pribadi dengan kewajiban terhadap keluarga. Film ini menjadi pilihan tepat bagi mereka yang ingin melihat cerita yang penuh emosi dan menyadarkan kita tentang pentingnya pengelolaan keuangan.

Sinopsis Home Sweet Loan

Film ini mengisahkan perjalanan seorang wanita muda bernama Kaluna, yang diperankan oleh Yunita Siregar. Kaluna adalah seorang pegawai kantoran yang sedang membangun kariernya, namun ia tinggal bersama keluarganya yang cukup besar. Keadaan rumah yang penuh sesak sering membuatnya merasa tidak nyaman, bahkan kadang-kadang ia merasa seperti orang asing di rumah sendiri.

Demi meraih impian memiliki rumah pribadi, Kaluna harus menghadapi berbagai tantangan, terutama terkait masalah keuangan. Sebagai anak bungsu, ia merasa memiliki tanggung jawab untuk membantu keluarganya yang tengah mengalami kesulitan finansial. Dengan pendapatan yang terbatas, Kaluna berusaha keras untuk mewujudkan mimpinya, seperti mengurangi pengeluaran, mencari pekerjaan sampingan, hingga mengajukan pinjaman di tempat kerjanya.

Namun, Kaluna terjebak dalam dilema besar ketika ia dihadapkan pada kenyataan bahwa keluarganya sangat membutuhkan bantuannya. Haruskah ia melanjutkan perjuangannya untuk memiliki rumah atau mengesampingkan impian tersebut demi keluarga tercinta? Film ini menggambarkan konflik yang sangat relevan dengan banyak anak muda yang berjuang menyeimbangkan kehidupan pribadi dan tanggung jawab keluarga.

Pemeran Utama dan Karakter

Home Sweet Loan menampilkan deretan aktor dan aktris berbakat yang berhasil membawa karakter-karakternya hidup. Beberapa di antaranya adalah Derby Romero yang berperan sebagai Danan, Risty Tagor sebagai Tanish, dan Fita Anggriani sebagai Miya. Tak hanya itu, ada juga aktor ternama seperti Ayushita Nugraha, Ariyo Wahab, dan Wafda Saifan yang semakin memperkaya cerita.

Fakta Menarik tentang Home Sweet Loan

Film ini tidak hanya menarik dari sisi cerita, tapi juga memiliki beberapa fakta menarik. Salah satunya, Home Sweet Loan merupakan adaptasi dari novel best-seller berjudul sama karya Almira Bastari, yang sebelumnya juga dikenal melalui karya-karya lain yang sukses. Film ini mengangkat isu yang sangat relevan, yaitu tentang manajemen keuangan dan pengelolaan utang, tema yang banyak dihadapi anak muda masa kini.

Selain itu, soundtrack dari film ini menambah sentuhan emosional yang mendalam. Salah satu lagu yang sangat menggugah adalah “Berakhir di Aku” yang dibawakan oleh penyanyi Idgitaf, yang berhasil menggambarkan perasaan karakter utama.

Kesimpulan

Home Sweet Loan adalah sebuah film yang menggabungkan cerita yang mendalam, penampilan memukau dari para pemain, serta tema yang sangat dekat dengan kehidupan kita. Bagi mereka yang ingin melihat perjuangan antara impian pribadi dan tanggung jawab terhadap keluarga, film ini menjadi pilihan yang sangat cocok. Kini, dengan tayang di Netflix, semakin banyak penonton yang bisa menikmati kisah ini dan merasakan betapa pentingnya menjaga keseimbangan antara impian dan kewajiban.


Bagaimana? Semoga ini memenuhi kebutuhan Anda!

9+Jakarta, Indonesia – Di tahun 2024, Home Sweet Loan berhasil menarik perhatian banyak penonton berkat kisah emosional yang menggambarkan perjuangan anak muda dalam mengimbangi impian pribadi dengan kewajiban terhadap keluarga. Film ini menjadi pilihan tepat bagi mereka yang ingin melihat cerita yang penuh emosi dan menyadarkan kita tentang pentingnya pengelolaan keuangan.

Sinopsis Home Sweet Loan

Film ini mengisahkan perjalanan seorang wanita muda bernama Kaluna, yang diperankan oleh Yunita Siregar. Kaluna adalah seorang pegawai kantoran yang sedang membangun kariernya, namun ia tinggal bersama keluarganya yang cukup besar. Keadaan rumah yang penuh sesak sering membuatnya merasa tidak nyaman, bahkan kadang-kadang ia merasa seperti orang asing di rumah sendiri.

Demi meraih impian memiliki rumah pribadi, Kaluna harus menghadapi berbagai tantangan, terutama terkait masalah keuangan. Sebagai anak bungsu, ia merasa memiliki tanggung jawab untuk membantu keluarganya yang tengah mengalami kesulitan finansial. Dengan pendapatan yang terbatas, Kaluna berusaha keras untuk mewujudkan mimpinya, seperti mengurangi pengeluaran, mencari pekerjaan sampingan, hingga mengajukan pinjaman di tempat kerjanya.

Namun, Kaluna terjebak dalam dilema besar ketika ia dihadapkan pada kenyataan bahwa keluarganya sangat membutuhkan bantuannya. Haruskah ia melanjutkan perjuangannya untuk memiliki rumah atau mengesampingkan impian tersebut demi keluarga tercinta? Film ini menggambarkan konflik yang sangat relevan dengan banyak anak muda yang berjuang menyeimbangkan kehidupan pribadi dan tanggung jawab keluarga.

Pemeran Utama dan Karakter

Home Sweet Loan menampilkan deretan aktor dan aktris berbakat yang berhasil membawa karakter-karakternya hidup. Beberapa di antaranya adalah Derby Romero yang berperan sebagai Danan, Risty Tagor sebagai Tanish, dan Fita Anggriani sebagai Miya. Tak hanya itu, ada juga aktor ternama seperti Ayushita Nugraha, Ariyo Wahab, dan Wafda Saifan yang semakin memperkaya cerita.

Fakta Menarik tentang Home Sweet Loan

Film ini tidak hanya menarik dari sisi cerita, tapi juga memiliki beberapa fakta menarik. Salah satunya, Home Sweet Loan merupakan adaptasi dari novel best-seller berjudul sama karya Almira Bastari, yang sebelumnya juga dikenal melalui karya-karya lain yang sukses. Film ini mengangkat isu yang sangat relevan, yaitu tentang manajemen keuangan dan pengelolaan utang, tema yang banyak dihadapi anak muda masa kini.

Selain itu, soundtrack dari film ini menambah sentuhan emosional yang mendalam. Salah satu lagu yang sangat menggugah adalah “Berakhir di Aku” yang dibawakan oleh penyanyi Idgitaf, yang berhasil menggambarkan perasaan karakter utama.

Kesimpulan

Home Sweet Loan adalah sebuah film yang menggabungkan cerita yang mendalam, penampilan memukau dari para pemain, serta tema yang sangat dekat dengan kehidupan kita. Bagi mereka yang ingin melihat perjuangan antara impian pribadi dan tanggung jawab terhadap keluarga, film ini menjadi pilihan yang sangat cocok. Kini, dengan tayang di Netflix, semakin banyak penonton yang bisa menikmati kisah ini dan merasakan betapa pentingnya menjaga keseimbangan antara impian dan kewajiban.

Film Rangga dan Cinta Resmi Diproduksi, Nicholas Saputra Terlibat sebagai Produser

Produser Terkenal Mira Lesmana Umumkan Proyek Film Ketiga AADC

Kabar gembira datang dari produser kenamaan Mira Lesmana bagi para pencinta film Ada Apa Dengan Cinta? (AADC). Melalui unggahan di Instagram pribadinya, Mira mengungkapkan bahwa proyek film ketiga berjudul Rangga dan Cinta kini resmi memasuki tahap produksi.

Dalam unggahannya, Mira turut membagikan foto bersama aktor Nicholas Saputra dan sutradara Riri Riza, sebagai tanda dimulainya babak baru dalam perjalanan saga AADC. Yang menarik, kali ini Nicholas tidak hanya hadir sebagai aktor, tetapi juga terlibat sebagai produser dalam proyek film ini.

“Keseruan dimulai! Bersama sutradara Riri Riza dan partner produserku, Nicholas Saputra,” tulis Mira dalam keterangan fotonya yang diunggah pada Minggu (26/1/2025).

Hari Pertama Produksi dan Teka-teki Pemeran Rangga
Selain foto bersama, Mira juga mengunggah potret sebuah buku hitam bertuliskan Rangga dan Cinta, yang menandai dimulainya proses syuting. Melalui akun Instagram resmi film tersebut, diumumkan bahwa tahap pengambilan gambar telah berjalan.

Namun, hingga saat ini, siapa yang akan memerankan karakter Rangga masih menjadi teka-teki. Sejak proses audisi dimulai pada Juni 2024, belum ada konfirmasi resmi mengenai pemeran utama maupun pendukung dalam film ini.

Harapan Tinggi untuk Kelanjutan Kisah AADC
Film Rangga dan Cinta diharapkan mampu memadukan elemen nostalgia dengan cerita segar yang memberikan perspektif baru. Kesuksesan dua film sebelumnya membuat para penggemar semakin antusias menyaksikan perkembangan kisah cinta ikonik ini.

Mira Lesmana dan Riri Riza, duo kreator di balik kejayaan AADC, kembali dipercaya mengarahkan film ini. Dengan pengalaman mereka di dunia perfilman, penggemar optimistis film ketiga ini tidak hanya memenuhi ekspektasi lama, tetapi juga memikat generasi baru.

Keunikan dan Spekulasi Baru
Keterlibatan Nicholas Saputra sebagai produser menjadi sorotan. Langkah ini memicu spekulasi bahwa mungkin akan ada pendekatan berbeda dibandingkan film-film sebelumnya.

Para penggemar kini hanya bisa menanti informasi lebih lanjut, termasuk daftar pemeran dan tanggal rilis. Dengan tahap produksi yang telah dimulai, film Rangga dan Cinta semakin mendekati momen yang dinantikan banyak orang: menyentuh kembali hati para pencinta film Indonesia.

Akankah kisah ini menghadirkan akhir yang bahagia bagi Rangga dan Cinta? Mari kita nantikan kejutan berikut dari Mira Lesmana dan timnya.

Pilihan Film Seru Akhir Pekan: Wolf Man, 404 Run Run, dan Lainnya untuk Ditonton

Berikut adalah versi yang telah diubah untuk menghindari plagiarisme:

Bagi Anda yang tengah mencari hiburan menarik untuk mengisi akhir pekan, bioskop kali ini menyajikan berbagai pilihan film yang dapat memuaskan beragam selera. Mulai dari film horor yang penuh ketegangan hingga drama religi yang menyentuh hati, ada banyak pilihan yang patut Anda tonton. Berikut adalah beberapa rekomendasi film untuk akhir pekan ini.

  1. Wolf Man Film horor terbaru produksi Blumhouse, Wolf Man, menyuguhkan kisah menegangkan. Blake (Christopher Abbott) bersama keluarganya pindah ke Oregon untuk bekerja dan menetap di rumah masa kecil Blake yang sudah lama terbengkalai. Setelah mengalami kecelakaan, Blake selamat namun menderita luka parah akibat serangan makhluk misterius. Infeksi yang dialaminya perlahan berubah menjadi sesuatu yang lebih mengerikan, membawanya bertransformasi menjadi monster yang menakutkan. Dengan rating dewasa (17+), Wolf Man akan memberikan pengalaman penuh ketegangan yang tak terduga. Tonton di bioskop sekarang.
  2. Bayang-Bayang Anak Jahanam Film horor asal Indonesia ini mengisahkan Gina (Taskya Namya) dan suaminya, Gani (Rizky Hanggono), yang menghadapi kejadian aneh setelah anak mereka, Agni (Ali Fikry), menunjukkan kemampuan luar biasa. Agni dapat menyerap energi dari hal-hal tak terlihat, yang membawa mereka pada kejadian menakutkan dan tak terduga. Semakin lama, terungkap bahwa Agni terhubung dengan entitas berbahaya. Film ini penuh dengan ketegangan dan misteri yang cocok untuk penggemar horor. Tonton di bioskop sekarang.
  3. 404 Run Run Dari Thailand, 404 Run Run menceritakan Nakrop (Ter Chantavit), seorang agen properti yang licik, yang menemukan sebuah hotel murah di Takua Pa, Phang Nga. Namun, ia segera mengetahui bahwa hotel tersebut dihuni oleh arwah gentayangan. Nakrop berusaha mengusir hantu tersebut, tetapi hantu pemilik hotel, Lalita, ternyata sangat sulit untuk diusir. Film ini memadukan elemen komedi dan horor dengan cara yang unik, memberikan hiburan yang menarik. Tonton di bioskop sekarang.
  4. 1 Imam 2 Makmum Dalam drama religi ini, 1 Imam 2 Makmum menceritakan Arman (Fedi Nuril), seorang pria yang kembali menikah setelah kehilangan istrinya, Leila (Revalina S. Temat). Pernikahannya dengan Anika (Amanda Manopo) dihadapkan pada banyak ujian, terutama karena Arman masih kesulitan melepaskan kenangan tentang mendiang istrinya. Film ini menggali tema tentang cinta, kesetiaan, dan perjuangan untuk melanjutkan hidup setelah kehilangan. Tonton di bioskop sekarang.
  5. Eva – Pendakian Terakhir Eva – Pendakian Terakhir adalah film Indonesia yang bercerita tentang Pasha (Kiesha Alvaro) dan kekasihnya, Eva (Bulan Sutena), yang memutuskan untuk mendaki gunung bersama teman-temannya. Namun, petualangan mereka berubah menjadi mimpi buruk ketika mereka melanggar pantangan di gunung tersebut. Ketegangan semakin meningkat ketika mereka bertemu dengan sosok misterius yang mengganggu perjalanan mereka. Tonton di bioskop sekarang.

Dengan beragam pilihan film, mulai dari horor yang menggugah adrenalin hingga drama religi yang sarat makna, akhir pekan ini dapat menjadi momen yang penuh cerita seru. Jangan lewatkan kesempatan untuk menikmati film-film menarik ini di bioskop terdekat!

Rahasia Rasa: Perjalanan Jerome Kurnia sebagai Chef Jenius yang Menginspirasi

Film terbaru berjudul “Rahasia Rasa” karya sutradara ternama Hanung Bramantyo kini telah resmi tayang. Menghadirkan Jerome Kurnia sebagai pemeran utama, film ini mengisahkan perjuangan seorang koki berbakat bernama Ressa yang menghadapi tantangan besar dalam kariernya.

“Rahasia Rasa” mengisahkan perjalanan Ressa, seorang chef dengan keahlian luar biasa, yang tiba-tiba kehilangan kemampuan mencicipi rasa. Kejadian ini menjadi titik krisis dalam hidupnya, mendorongnya untuk bangkit dan menemukan kembali jati dirinya sebagai koki. Dalam perjalanannya, Ressa mendapatkan bantuan dari Tika, seorang koki rumahan dengan pendekatan unik dalam memasak. Kolaborasi mereka menjadi inti cerita, menggambarkan bagaimana teknik dan rasa dapat berpadu untuk menciptakan keajaiban dalam kuliner.

Film ini tidak hanya berfokus pada drama kehidupan Ressa tetapi juga memperlihatkan kekayaan dunia kuliner Indonesia. Dengan latar cerita yang kental akan tradisi dan resep khas Nusantara, “Rahasia Rasa” memberikan pengalaman visual yang menggugah selera. Penonton diajak menyelami makna mendalam tentang pentingnya rasa dalam budaya serta kehidupan sehari-hari.

Jerome Kurnia, yang dikenal sebagai salah satu aktor muda berbakat Indonesia, memerankan Ressa dengan sangat apik. Dalam film ini, Jerome tidak hanya berakting tetapi juga belajar memasak secara intensif demi mendalami karakternya. Persiapannya yang serius mencerminkan totalitasnya dalam membawa tokoh Ressa ke layar lebar.

Selain Jerome Kurnia, film ini turut dibintangi Nadya Arina dan Slamet Rahardjo yang masing-masing memainkan peran penting dalam mendukung perjalanan Ressa. Kehadiran mereka memperkuat alur cerita dengan dinamika hubungan antar karakter yang emosional dan menginspirasi.

Dengan perpaduan drama yang menyentuh hati dan eksplorasi dunia kuliner, “Rahasia Rasa” diharapkan dapat memikat hati penonton di seluruh Indonesia. Lebih dari sekadar hiburan, film ini adalah sebuah perjalanan emosional yang mengajak penonton untuk lebih menghargai rasa dan seni memasak. Kehadirannya menjadi awal yang menjanjikan bagi dunia perfilman Indonesia di tahun 2025.

Sinopsis Film “Rahasia Rasa”: Ketangguhan Chef Ressa dalam Menghadapi Tantangan Hidup

Film terbaru berjudul Rahasia Rasa, yang disutradarai oleh Hanung Bramantyo, telah resmi dirilis dan menghadirkan Jerome Kurnia sebagai pemeran utama. Dalam film ini, ia berperan sebagai Ressa, seorang chef berbakat yang harus menghadapi ujian besar dalam kariernya.

Rahasia Rasa mengisahkan perjalanan Ressa, seorang chef yang tiba-tiba kehilangan kemampuan untuk merasakan rasa. Kehilangan ini menjadi titik perubahan dalam hidupnya, memaksa Ressa untuk berjuang keras agar bisa mendapatkan kembali kemampuan yang sangat vital bagi seorang koki. Dalam pencariannya, Ressa mendapat bantuan dari Tika, seorang koki rumahan yang memiliki cara memasak yang berbeda. Kerja sama mereka menjadi fokus utama cerita, yang memperlihatkan bagaimana perpaduan rasa dan teknik memasak saling melengkapi.

Film ini tidak hanya menggali kehidupan pribadi Ressa, tetapi juga merayakan kekayaan kuliner Indonesia. Dengan latar belakang penuh tradisi dan resep-resep khas, Rahasia Rasa memberikan pengalaman visual yang menggugah selera. Lewat perjalanan kuliner ini, film ini menekankan betapa pentingnya rasa dalam budaya dan kehidupan sehari-hari masyarakat Indonesia.

Jerome Kurnia, yang dikenal sebagai aktor muda berbakat, mengambil tantangan besar dengan memerankan Ressa. Tidak hanya dituntut untuk berakting, ia juga mempersiapkan diri dengan latihan intensif memasak untuk memerankan karakter seorang chef. Proses persiapannya menunjukkan dedikasi Jerome terhadap perannya.

Selain Jerome Kurnia, film ini juga dibintangi oleh Nadya Arina dan Slamet Rahardjo, yang masing-masing memainkan peran yang sangat mendukung perkembangan cerita dan dinamika hubungan antar tokoh.

Dengan menggabungkan drama pribadi dan eksplorasi kuliner, Rahasia Rasa diharapkan mampu menarik perhatian penonton di seluruh Indonesia. Film ini bukan hanya sekadar hiburan, tetapi juga sebuah perjalanan emosional yang mengajak penonton untuk lebih menghargai rasa dan seni memasak. Tahun 2025 dimulai dengan optimisme besar untuk industri perfilman Indonesia berkat karya-karya seperti Rahasia Rasa.

“Ambyar Mak Byar”: Kisah Cinta dan Perjuangan Sosial dalam Musik Campursari

Film “Ambyar Mak Byar” yang akan tayang pada 9 Januari 2025, mengisahkan perjuangan emosional seorang pemuda bernama Jeru, yang diperankan oleh Gilga Sahid, dalam mengejar impian dan cinta di tengah tantangan sosial yang ada. Selain mengangkat tema percintaan, film ini juga memberikan gambaran tentang tantangan yang dihadapi anak muda dalam dunia musik campursari.

Cerita dimulai dengan pengenalan Jeru, seorang pemuda dengan cita-cita besar membentuk sebuah band campursari bernama “Konco Seneng.” Namun, perjalanan Jeru penuh dengan rintangan. Salah satu tantangan besar yang dihadapinya adalah perbedaan status sosial yang memisahkan dirinya dengan Bethari, gadis yang ia cintai, yang diperankan oleh Happy Asmara. Konflik antara ambisi karier dan hubungan pribadi menjadi inti dari narasi, yang mengungkapkan dilema generasi muda dalam meraih impian.

Salah satu daya tarik utama film ini adalah penggambaran budaya Solo yang kental, dengan musik campursari yang menjadi bagian tak terpisahkan dari cerita. Tidak hanya sebagai latar belakang, musik campursari memainkan peran penting dalam membangun atmosfer film, menambah kedalaman emosional, dan menciptakan suasana yang autentik. “Ambyar Mak Byar” menjadi lebih dari sekadar drama, melainkan juga sebuah penghormatan terhadap budaya lokal.

Film ini juga mengangkat pesan yang mendalam mengenai semangat juang dan ketabahan. Walaupun Jeru menghadapi banyak kesulitan, ia tetap berusaha keras mewujudkan impian-impianya, yang mencerminkan semangat juang generasi muda Indonesia yang terus berusaha meskipun terhalang banyak halangan. Pesan ini dapat diterima dengan baik oleh penonton dari berbagai latar belakang, terutama bagi mereka yang berada di usia muda.

Penampilan Gilga Sahid dan Happy Asmara patut mendapat pujian. Keduanya berhasil menghidupkan karakter mereka dengan emosi yang mendalam, sehingga penonton dapat merasakan setiap pergolakan batin dan kebahagiaan yang mereka alami. Interaksi antara karakter terasa sangat natural, memperkaya alur cerita yang sudah kuat.

Dengan semua elemen menarik tersebut, “Ambyar Mak Byar” diharapkan menjadi salah satu film terbaik di tahun 2025. Film ini tak hanya menawarkan hiburan, tetapi juga mengajak penonton untuk merenung tentang pentingnya mengejar impian meskipun dibatasi oleh keadaan sosial. Penonton akan mendapatkan pengalaman sinematik yang tidak hanya menghibur, tetapi juga menginspirasi saat film ini dirilis.